Pengakuan Siswa SMKN 1 Terbanggibesar, Diminta Sekolah Tandatangani Surat Belum Ukur Baju

$rows[judul]

MITRA TV LAMPUNG.COM - Terbanggibesar.

Polemik dugaan jual-beli seragam yang terjadi di SMKN 1 Terbanggibesar, Lampung Tengah rupanya berbuntut panjang. Salah satu siswa yang meminta haknya justru mendapat perlakuan tak menyenangkan oleh pihak sekolah.

Dimas Adi Saputra Siswa Kelas XI Jurusan Pemasaran ini dipanggil secara lisan saat jam pelajaran pada Rabu (08/01/2025), oleh dua orang guru dan kepala sekolah.

Pemanggilan terkait pernyataannya yang belum menerima seragam.

"Saya dipanggil keruang guru disana ada pak Heri dan pak Sugarjito serta kepala sekolah. Mereka menanyakan kenapa saya masuk kedalam berita dan mengatakan belum menerima seragam," ujar Dimas saat ditemui dikediamannya.

Didalam ruangan itu lanjut Dimas, ia dicecar berbagai pertanyaan dan disuruh memilih tiga pilihan, yaitu dibelikan baju sekarang, mengukur seragam sendiri atau diukur sekarang. Tak hanya itu, ia juga diminta membuat surat yang isinya pernyataan belum menerima seragam Pramuka dikarenakan tidak pernah mengukur baju.

"Saya takut akhirnya saya ikut membuat surat pernyataan, padahal diawal masuk kelas X kan sudah pernah ngukur seragam. Buktinya sampai sekarang saya sudah dapat tiga seragam. Hanya Pramuka yang belum, ini saya malah disuruh ngukur ulang," jelasnya.

Akhirnya, dengan rasa takut ia terpaksa mengikuti kemauan guru untuk membuat surat pernyataan mengikuti kalimat yang telah dibacakan. Kemudian, Dimas dibawa oleh dua orang guru ketempat penjahit yang berada tak jauh dari sekolah.

Setelah selesai mengukur, ia disuruh masuk lagi keruangan dan membuat surat pernyataan lagi diatas materai yang berbunyi telah mengukur seragam.

Dimas berharap dengan kejadian ini kedepan tidak menimpa siswa lainnya.

"Cukup saya saja yang diperlakukan begini, hanya karena meminta hak yang telah dibayarkan lunas," tutupnya.

Sementara itu, Saiman orangtua Dimas membenarkan bahwa putranya belum menerima seragam dari kelas X.

"Saya sudah berulang kali menyuruh anak saya menanyakan soal seragam Pramuka Dimas disekolah karena sudah dua tahun. Saya meminta pihak sekolah segera memberikan hak siswa yang belum menerima seragam dan kedepan tidak terjadi permasalahan seperti ini lagi," tutupnya.

Diduga Ratusan Siswa SMKN 1 Terbanggibesar Hingga kini belum menerima seragam Pramuka, meski mereka telah memenuhi kewajiban membayar uang baju tersebut. Wali murid memilih diam takut terjadi sesuatu terhadap putra-putriinya di sekolah.


(aan putra)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)