TERMINAL TERAKHIR Oleh: Sudjarwo Guru Besar Universitas Malahayati Lampung

$rows[judul]

TERMINAL TERAKHIR 

Oleh: Sudjarwo

Guru Besar Universitas Malahayati Lampung

MITRA TV LAMPUNG. COM

Karena menjadi korban peretasan media sosial oleh penjahat siber, terpaksa harus memperbaharui sistem yang ada pada piranti sosial, agar dapat digunakan seperti sedia kala. Salah satu lembaga yang didatangi adalah Kantor Tabungan Asuransi Pensiun. Pagi buta karena bulan puasa tidak baik tidur pagi lebih baik mengerjakan yang mendesak, dan bertolak-lah ke kantor tujuan.


Suasana masih sepi dan hanya ada petugas keamanan yang selalu siap siaga; dan pada waktu diberi tahu persoalan yang dihadapai; ternyata beliau dengan sigap membantu untuk menyelesaikan persoalan. Tidak perlu memakan waktu lama, hanya hitungan menit semua persoalan selesai. Dengan senyuman yang ramah beliu memberi petunjuk penggunaan dan sebagainya. Hati serasa sejuk mendapatkan perlakuan seperti ini; merasa sudah tidak muda lagi, dan tidak sebagai apa-apa namun masih mendapatkan pelayanan prima seperti ini, diri merasa bangga menjadi warga negeri ini.


Ingat pada awal tahun lalu masuk kekantor ini untuk mengurus semua perlengkapan purnabakti. Semula menduga akan mengalami hambatan dan persoalan, karena keterbatasan usia serta kemampuan fisik yang sudah tidak sesigab waktu muda. Ternyata kantor ini memang mempersiapkan diri untuk melayani para “paripurnawan”; sehingga semua pegawainya berbeda tatalakunya jika dibandingkan dengan lembaga lain. begitu kita menginjakkan kaki di halaman kantor, sudah ada petugas keamanan yang ramah lagi santun menanyakan persoalan dan menawarkan bantuan. Keadaan seperti ini sangat sulit ditemui di lembaga-lembaga sebelumnya bahkan dari tingkat bawah sampai istana, semua kalau tidak garang tidak menantang.


Pertanyaan dan ucapan ……”mau ketemu siapa bapak/ibu……apa yang bisa kami bantu”…..adalah kalimat pembuka bagi semua pegawai yang ada di gedung itu. Jika memberi petunjuk akan kekurangan berkas atau apapun, hampir semua mereka mengucapkan kalimat dengan santus, tegas dan tidak bertele-tele. Diberikan penjelasan secara rinci sampai kita paham akan persoalan. 


Mereka sudah biasa menghadapi mantan pejabat yang terkena postpower sindrom, menghadapi mantan pegawai golongan paling rendah dengan kemampuan seadanya. Tidak ada perbedaan, semua dilayani sama, bahkan lebih tepat dikatakan berlebih; karena standard operasional prosedure mereka tampak memposisikan para purna ini ada pada garda depan. Oleh karena itu tidak aneh jika para purna yang berurusan dengan kantor ini betul-betul merasa di orangkan.


Prinsip mereka tampaknya jangan sampai para purna akan mendapatkan kesulitan diusia senjanya; oleh karena itu mereka selalu wanti-wanti kepada para purna untuk selalu hati-hati dan terutama saat mengambil dana yang cukup besar. Sebab para durjana tidak pandang usia untuk mereka jadikan sasaran kejahatannya.


Berbahagialah para purnabakti yang masih bisa mendapatkan pelayanan terbaik dari kantor ini, banyak diantara teman kita yang tidak sampai menginjakkan kaki ke kantor terbaik ini karena sudah dipanggil pemilik hidup lebih awal. Pesan penulis kepada penyelenggara kantor ini tetaplah jaga maruwah mu yang sudah baik, jika perlu tingkatkan terus, karena mengurus para purna juga lading ibadah yang tak bertepi. Kantor ini adalah terminal terakhir sebelum maut menjemput bagi para purnabakti, semoga tetap menjadikan kenangan terindah bagi kami sebelum maut menjemput.

Salam sehat

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini Tulis Komentar

  1. Saya menjelang purnatugas pada akhir tahun ini. Semua persyaratan sudah saya ajukan pada bulan September tahun lalu...Tulisan Prof. Sujarwo sangat melegakan bagi saya, semoga selalu sehat Prof.

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)