Keterangan Gambar : Tim Pemkab Pesawaran Genangan Air Di Sekitar RS Urip Gedung Tataan (rls/mitra)
MITRA TV LAMPUNG.COM -
Pesawaran.
Pemerintah Kabupaten Pesawaran, Lampung merespon cepat adanya genangan air di area rumah sakit Urip Sumoharjo, Gedung Tataan, di Desa Kutoarjo, Kecamatan Gedung Tataan. Tim Pemkab turun kelokasi, Senin (19/01/26).
Langkah ini menindaklanjuti keluhan warga adanya pemberitaan media terkait genangan air di area rumah sakit tersebut.
Peninjauan tersebut melibatkan tim terpadu dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Pesawaran.
Kedatangan tim terpadu bertujuan memastikan kondisi faktual di lapangan serta merumuskan rekomendasi serta upaya penanganan yang komprehensif.
Koordinator tim peninjau dari perwakilan Dinas DPMPTSP, Hapni menyampaikan, dari hasil pengawasan dan verifikasi lapangan, diketahui secara tata ruang, lokasi pembangunan RS Urip Gedong Tataan telah sesuai dengan peruntukannya sebagai kawasan permukiman perkotaan. Hal ini mengacu pada Peraturan Daerah Kabupaten Pesawaran Nomor 6 Tahun 2019, tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Pesawaran, serta Rekomendasi Pemanfaatan Ruang Nomor: 600/87/IV.03/FPR/REKOM/2024 tertanggal 20 November 2024.
"Dari sisi perizinan dan lingkungan hidup, pelaku usaha pembangunan RS Urip telah memenuhi ketentuan yang berlaku. Pelaku usaha tercatat telah mengantongi persetujuan lingkungan Nomor: 600/01/IV.09/X/2024 tanggal 31 Desember 2024, serta Persetujuan Teknis (Pertek) Air Limbah Nomor: 660/01-Des/IV.09/2024 tertanggal 30 Desember 2024, terkait pemenuhan baku mutu air limbah yang dibuang atau dimanfaatkan ke badan air permukaan," jelas Hapni.

Sementara Arif Bastian Rasyid, Perwakilan RS Urip Gedong Tataan mengungkapkan, sebagai bentuk antisipasi, pihak rumah sakit juga telah membangun saluran siring dan drainase, baik di dalam area rumah sakit maupun di luar lokasi pembangunan.
"Selain itu, pelaku usaha turut memfasilitasi warga sekitar untuk memanfaatkan saluran drainase rumah sakit sebagai jalur pembuangan limbah domestik warga, serta membangun jalan beton di lingkungan setempat," ujar Arief Bastian Rasyid.
Menurut Arief, dari hasil peninjauan lapangan juga mencatat kawasan di sekitar RS Urip Gedong Tataan memang merupakan wilayah yang secara historis kerap mengalami genangan air saat curah hujan tinggi.
"Bahkan sebelum adanya pembangunan rumah sakit, lokasi ini selalu mengalami genangan air saat turun hujan. Kondisi ini diketahui oleh masyarakat sekitar maupun pihak rumah sakit, sehingga sejak awal pihak RS telah menyiapkan sistem drainase untuk menampung limpasan air hujan," ungkapnya.
Meski demikian, sambung Arif, tim menemukan, saat turun hujan dengan intensitas tinggi, genangan air masih terjadi di ruas jalan depan RS Urip Gedong Tataan.
Hal ini disebabkan oleh keterbatasan kapasitas gorong-gorong di bawah jalan raya (jalan nasional) yang tidak mampu menampung debit air hujan dalam jumlah besar.
Selain itu, saluran drainase milik desa yang berada di seberang jalan depan rumah sakit memiliki ukuran yang relatif kecil, dan terdapat timbunan sampah, sehingga menghambat kelancaran aliran air.
Menindaklanjuti temuan itu, Pemkab Pesawaran merekomendasikan sejumlah langkah strategis. Pelaku usaha dihimbau untuk membangun embung atau kolam retensi yang berfungsi menampung limpasan air dari area belakang rumah sakit.
Selain itu, pelaku usaha juga didorong untuk melakukan kolaborasi pengendalian banjir dan normalisasi drainase bersama pemerintah desa, masyarakat sekitar, serta pihak-pihak terkait lainnya.
Pemerintah daerah juga akan melakukan koordinasi dengan balai atau kementerian yang menangani jalan nasional guna mengkaji kemungkinan pelebaran atau peningkatan kapasitas gorong-gorong yang melintas di bawah jalan nasional tersebut.
Pengawasan terhadap debit air dan kondisi saluran drainase akan dilakukan secara intensif sebagai langkah mitigasi ke depan.
(rls/tamrin)
Tulis Komentar