Pantes Nyaman Aktivitas Tambang Pasir Ilegal di Way Seputih, Diduga Dibekingi Aparat Berwajib

$rows[judul] Keterangan Gambar : Penambangan Pasir Sedot Yang Dipastikan Ilegal di Seputih Mataram Lamteng (mitra/tamrin)

MITRA TV LAMPUNG.COM - Seputihnataram.

Aktivitas penambangan pasir tanpa ijin di aliran Way Seputih, Kecamatan Bandarmataram dan Seputihmataram, Lampung Tengah kini  terus berlanjut dan sepertinya nyaman-nyaman saja.

Mereka para penambang liar yang menggunakan mesin sedot berani beroperasi karena mengaku setoran kepada oknum berwajib.

Selain oknum aparat, para penambang liar disana juga mengaku selalu membantu oknum LSM, dan warga jika ada kegiatan sosial.

"Apalagi kalau ada kegiatan 17-an kami disini selalu diminta sumbangan, mulai dari aparat kecamatan sampai kegiatan di Rt," ujar penambang yang tak mau namanya ditulis.


Berdasarkan hasil pantauan awak MITRA TV LAMPUNG.COM, terdapat puluhan titik lokasi penambangan pasir sedot ilegal di aliran Way Seputih yang berada di Kampung Subing Karya, Seputih mataram dan Kampung Sriwijaya Mataram, Bandarmataram. Kegiatan ini telah beroperasi sejak lama. 

Kondisi ini menyebabkan aliran sungai menjadi lebar lebih 100 meter bahkan 200 meter dari kanan kiri bibir sungai.

Tidak hanya itu, jalan kampung arah Way Seputih menjadi parit akibat dilalui puluhan kendaraan truk bermuatan pasir lulu-lalang setiap harinya.

Santos, pemilik pangkalan pasir yang juga warga Kampung Sriwijaya Mataram, mengaku sudah lama melakukan aktivitas sedot pasir.

"Saya sudah lama mas buka pangkalan pasir. Saya peduli dengan lingkungan sekitar khusunya jalan. kalau jalan ini rusak selalu kami perbaiki, bahkan saya pribadi bantu dua  Mushola setiap bulannya," terang Santos.

Tidak hanya itu, kata Santos, setiap warga dan pemuda dilingkungannya ada kegiatan, dirinya dan pemilik pangkalan pasir lainnya selalu bantu. 

"Salah satunya, kegiatan kepemudaan dan hari tujuh belasan. Selain itu, kami membantu ala kadarnya kepada aparat. Yang terpenting bisa bantu masyarakat sekitarnya," ucapnya.

Senada dengan Santos, Sikon pemilik pangkalan pasir lainnya mengaku dirinya tidak masalah bantu warga sekitar terutama Kampung Sriwijaya Mataram.

"Karena setiap ada kegiatan warga disini selalu kami bantu, terutama kerusakan jalan disini," tandasnya.



(tamrin)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)