Diduga Ada Tarikan Uang Seragam dan Buku, KPM PKH Bandarjaya Timur Lamteng.

$rows[judul] Keterangan Gambar : Heboh di Grup Wahtsapp KPM PKH Bandarjaya Timur Terbanggibesar Lamteng (Screnshoot:Aan)

MITRA TV LAMPUNG.COM - Lampung Tengah, Puluhan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Harapan Keluarga (PKH) di Kelurahan Bandarjaya Timur, Kecamatan Terbanggibesar, Lamteng, mengeluhkan adanya dugaan pungutan liar (Pungli) yang dilakukan pendamping PKH kelurahan setempat.

Keluhan itu muncul dari beberapa anggota yang membeberkan chat grub WhatsApp yang isinya berupa tekanan terhadap KPM PKH agar membeli buku seharga Rp75 ribu dan seragam kaos sebesar Rp100 ribu, atas intruksi dari pendamping PKH, atas nama RITA

"Setiap KPM kan ada group WA masing-masing, jadi dalam grub itu ketua kelompok meminta kami untuk membayar uang buku, dan uang seragam," ujar salah satu KPM yang meminta identitasnya tidak dipublis, Jum'at (6/10).

KPM tersebut juga menyebut bahwa, pungutan itu memang bebas tidak ada paksaan. Namun secara tidak langsung Ketua kelompok mengatakan bila tidak membayar uang buku dan seragam yang dimaksud, maka bantuan PKH berikutnya akan dihapus dari daftar KPM, dan hal itu sesuai intruksi dari pendamping PKH.

"Ya, kalau dipaksa sih nggak, tapikan secara tidak langsung bagi kami yang tidak membayar maka bantuan kami selanjutnya akan dialihkan kepada KPM yang lain. Kalau saya sudah lunas baik pembayaran uang buku maupun seragam, tapi hingga saat ini buku maupun seragam itu belum kami terima, dengan alasan yang dikatakan oleh ketua kelompok sedang menunggu lunas semua baru dibagikan," keluhnya.

Dari keterangan pendamping PKH Lingkungan, 1,3,5, dan Lingkungan 6 Keluraraha Bandarjaya Timur, Rita saat dikonfirmasi membenarkan soal adanya pembelian buku dan seragam bagi tiap KPM. Namun dirinya berdalih hal itu tidak diwajibkan oleh Kemensos bagi KPM, hanya saja hal itu inisiatif dari dirinya, sebagai modul bagi para KPM.

"ltu dibayar secara diangsur, dan tidak ada paksaan dari kami. Hanya saja kalau mereka tidak membeli buku itu nanti akan kesulitan jika terjadi kendala," ujar Rita saat dikonfirmasi di kantor Kelurahan Bandar Jaya Timur Senin (9/10/2023).

Disinggung terkait apakah program yang dimaksud diketahui oleh Dinas Sosial? Yang bersangkutan, Rita mengatakan program itu hanyalah inisatif dirinya dan tidak ada kaitan dengan dinas.

"Ini hanya inisiatif saya sendiri. Namun untuk pengumpulan uang saya minta masing-masing ketua kelompok yang koordinir. Uang itu sekarang sudah setengah lebih terkumpul kalau gak salah. Untuk buku, sudah siap tinggal penyaluran nya saja dalam waktu dekat," pungkasnya, seraya menjelaskan jumlah penerima PKH di Kelurahan Bandarjaya Timur sebanyak 250 hingga 300 KPM PKH. (Aan)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)