Keterangan Gambar : Bapak Kandung dan Paman Perkosa Pelajar SMK di Lampung Tengah (rls/mitra)
MITRA TV LAMPUNG.COM - Bumiratu nuban. Bejat memang ayah kandung dan paman cabuli korban, di Kecamatan Bumiratunuban Lampung Tengah.
Lembaga perlindungan Anak Kabupaten Lampung Tengah dan UPTD PPA Lampung Tengah mengecam dan mengutuk keras ayah dan paman yang mencabuli anak kandung itu.
Polres Lampung Tengah bergerak cepat. Tidak kurang 1x24 setelah laporan Kamis malam (26/07/24) kedua pelaku di tangkap dan dijebloskan ke sel tahanan Mapolres Lampung Tengah.
"Allhamdulillah pelaku sudah ditangkap. Kedua pelaku ayah kandung dan paman. Kami mengapresiasi kerja cepat Polres Lampung Tengah menangani persoalan anak," ujar Eko Yuwono.,SH.MH., di kantornya Jln Proklamator Poncowati , Sabtu pagi.
(foto : ketua LPA Lamteng)
Menurut Eko, kasus persetubuhan ayah kandung dan paman ini terungkap ketika korban bercerita kepada salah satu gurunya, di sebuah SMK di Lampung Tengah.
Bahwa korban sudah tidak mau lagi sekolah dan takut pulang kerumah karena korban sudah di perkosa oleh bapak dan pamannya beberapa kali.
Setelah menerima cerita dari murid lalu pihak sekolah melapor ke LPA Lampung Tengah. Kemudian LPA bersama korban sebut saja Bunga (15) melaporkan bapak kandung dan paman ke polisi.
Informasi yang di himpun wartawan media ini pada tanggal 5 juli 2024 korban bercerita kepada ayahnya SP (45) bahwa korban sudah di cabuli oleh Pamanya SG (20).
curhatan anak kepada ayah korban berasumsi bahwa ayah korban pasti akan memenjarakan pamannya itu. Akan tetapi dari cerita korban tersebut justru membuat ayah kandung gelap mata.
Sang ayah malah ikut mencabuli putrinya dengan dalih anaknya sudah rusak jadi ayah juga minta anaknya untuk melayani seperti apa yang di lakukan kepada paman itu.
Meski Bunga sudah berusaha menolak dan meronta, tapi sang ayah memaksanya. Karena tak berdaya sehingga terjadilah pemerkosaan tersebut hingga 5 kali di bulan Juli 204.
Ketua LPA Lampung Tengah berharap pelaku bisa dihukum berat. " orang tua dan paman semestinya melindungi putrinya ini justru memperdaya. Sungguh biadab," ujar Eko Yuwono.

(pakman)
Tulis Komentar